KENAKALAN REMAJA

 KENAKALAN REMAJA



Konon katanya, masa remaja adalah masa-masa terindah dalam hidup. Masa dimana seseorang sedang mencari jati diri. Bertemu banyak orang baru dan belajar hal baru. Masa ini juga kerap dinamakan masa pubertas. Umumnya seseorang yang mengalami pubertas sudah menginjak usia 17 tahun dan duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Di masa remaja ini, biasanya seseorang sudah menyadari kalau mereka bukan lagi "anak-anak" dan memilih hobi dan aktivitas yang lain. Yang menurut mereka lebih keren dan cocok untuk usia mereka saat ini.

Namun, sayangnya banyak perilaku remaja yang menurut mereka "keren" tetapi sebenarnya adalah tindakan yang menyimpang. Baik menyimpang secara sosial maupun agama. Kurangnya pemahaman dan edukasi membuat para remaja melakukan hal yang menyimpang dan tidak etis yang justru mereka anggap keren. Mereka yang tidak menyadari aksi mereka, umumnya karena tidak mendapat bimbingan dan arahan dari orang tua maupun keluarganya. 

Seringkali tindakan remaja yang menyimpang juga disebabkan oleh faktor diri yang kurang siap menyerap hal-hal yang seharusnya dilakukan dan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Mereka menyerap semua perilaku dan hal-hal yang ada di sekeliling mereka, tanpa menahan diri dan akhirnya melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan. 

Tinggal di negara yang memiliki norma dan nilai agama seharusnya membuat para remaja memiliki sikap kesadaran diri, kontrol diri dan pertahanan diri yang baik. Namun sebaliknya, banyak para remaja yang justru berperilaku tidak sesuai norma dan nilai agama. Seolah mereka tidak pernah mendapat pendidikan berupa norma, etika dan agama. Pergaulan bebas, mabuk, tawuran, narkoba bahkan free sex seakan sudah umum di kalangan para remaja saat ini. Miris.

Contoh perilaku remaja yang menyimpang tadi, sudah termasuk pada kenakalan remaja. Bisa disebut juga sebagai juvenile delinquency. Kenakalan remaja adalah perbuatan anak belasan tahun yang dianggap menyimpang dari norma sosial. Kenakalan yang dilakukan remaja umumnya disebabkan oleh keadaan jiwa dan emosional yang belum stabil (masih labil). 

Sebenarnya apa yang membuat mereka menjadi begitu emosional? apa yang mendorong mereka melakukan hal-hal yang sudah jelas salah? apakah tidak ada orangtua yang membimbing mereka? yang memberi mereka arahan dan menegur?
Yuk baca beberapa penyebab kenakalan remaja di bawah ini!

1.  Krisis identitas
 Para remaja yang sedang beranjak dewasa cenderung bingung dengan jati diri mereka. Ditambah bermunculannya hal-hal baru di lingkungan yang membuat mereka rela melakukan apapun demi memuaskan keingintahuannya.

2.  Kontrol diri                                                                                                                      Pemahaman yang masih "anak-anak" membuat emosi mereka meledak-ledak dan berbuat diluar kendali. Ditambah kurangnya pengawasan dan bimbingan para orangtua, membuat mereka semakin bertindak sesuka hati. 

3. Lingkungan                                                                                                                           Lingkungan sosial merupakan faktor terbesar kenakalan remaja. Tak hanya di lingkungan sosial, lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga pun turut menyumbang peran terbesar terbentuknya karakter anak. 

 

Mencari jati diri, katanya. Tapi apakah sampai harus merusak masa depan orang lain, bahkan diri sendiri? 

Rasa ingin tahu yang besar, katanya. Tapi apakah sampai harus melakukan segala cara hanya untuk kepuasan sesaat?

Bagaimana cara kita memecah lingkaran setan bernama kenakalan remaja ini? 
Yuk baca beberapa solusi mengatasi kenakalan remaja!

 

1.  Peran orangtua dalam pembekalan ilmu agama dan norma pada anak
 Orangtua seharusnya mendampingi anak dalam proses mencari jati diri. Diarahkan dan diberi edukasi yang cukup agar anak tak bingung dan berujung melakukan hal yang tidak diinginkan. 
 
2.  Orangtua yang tegas 
 Tegas dalam mendidik dan tegas dalam mengambil keputusan. Hal apa yang boleh dilakukan anak dan apa yang sebaiknya dihindari.

3. Menghabiskan waktu bersama anak                                                                              Quality time. Di tengah kesibukan para orangtua, orangtua tetap harus meluangkan waktu untuk anak. Mengobrol bersama, mencoba memecahkan masalah bersama. Jangan buat anak seolah Ia sendirian yang berujung anak merasa kesepian dan diabaikan yang akan membuat anak melakukan hal yang tidak diinginkan. 



 


 




Komentar

  1. Peran orang tua emang penting banget biar kenakalan remaja ini ga semakin parah. Karena tindakan mereka ini dibentuk dari kebiasaan, yang mana kebiasaan ini timbul dari perilaku sehari-hari yang terus berulang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua tindakan mereka terbentuk dari kebiasaan. Sepakat Kak-!! 💓

      Hapus
  2. Masa remaja memang masa yang paling rentan terhadap kejahatan dan kenakalan, perlunya keluarga sebagai garda utama untuk menjaga nya.

    BalasHapus
  3. Orang tua merupakan guru pertama, apa yang mereka tanam, itu yang akan tumbuh pada diri anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat Kak-!! •ᴗ•
      Peran orang tua terhadap anak memang sepenting itu.

      Hapus
  4. Mantap banget tulisannya,Kak. Lengkap. Bener banget, kenakalan remaja itu pengaruhnya dar banyak aspek.

    BalasHapus
  5. Kenakalan remaja efeknya bisa jangka panjang. Jadi, keterlibatan semua orang dalam mencegah dan meminimalisir kenakalan remaja memang benar-benar penting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat Kak. Efeknya jangka panjang dan akhirnya jadilah lingkaran setan yang sulit diputuskan

      Hapus
  6. Sepakat kak-!! •ᴗ• Pentingnya peran orang tua.

    BalasHapus
  7. setuju banget kak, zaman sekarang kita harus mengawasi tumbuh kembang anak

    BalasHapus
  8. Ayah, Bunda, pulang, yuk!
    Temani dan habiskan masa bersama mereka. Sayangi dan lindungi buah hati demi kebaikan mereka dan juga masa depan kita.

    BalasHapus
  9. Intinya memang berpulang lagi pada rumah alias orang tua...

    BalasHapus
  10. Pondasi agama harus ditanamkan juga sejak dini, agar anak tahu norma- norma yg berlaku

    BalasHapus
  11. Betul banget. Salsa sangat beruntung jika memiliki orang tua yang sangat menjunjung tinggi nilai agama serta tegas dalam mengambil keputusan. Pokoknya semua itu demi kebaikan Salsa sendiri, kata mereka. Intinya, jangan putus komunikasi dengan orang tua lahh

    BalasHapus
  12. Menurutku peran orang tua sangat penting terlebih dalam memberikan pembelajaran atau pembekalan agar ketika anak terjun ke dunia luar mereka nggak kaget selain itu mereka punya prinsip yang membuat mereka tak mudah mengikuti arus yang salah.

    BalasHapus

Posting Komentar